Kompetisi Internasional
“Congrats and Two Thumbs Up ELECTRICITEAM SMK Negeri 1 Paringin atas deretan prestasi gemilang di tingkat nasional maupun internasional yang berhasil diraih melalui berbagai inovasi teknologi yang berdampak nyata bagi masyarakat. Melalui karya-karya inovasi berbasis mikrokontroler, tim telah membuktikan bahwa kreativitas, local awareness, serta semangat inovasi mampu mengantarkan siswa SMK bersaing dan diakui di panggung dunia. Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama sekolah dan daerah, tetapi juga menjadi inspirasi bahwa generasi muda Indonesia luar ibukota mampu menciptakan solusi teknologi yang bermanfaat, tepat guna dan berkelas internasional.”
Eravany Widyanggari (SISTELNAS97)
highlight capaian
TINGKAT INTERNASIONAL
Halaman ini menampilkan perjalanan dan prestasi Electriciteam SMK Negeri 1 Paringin dari Balangan, Kalimantan Selatan. Tim ini membuktikan bahwa inovasi dari daerah dapat bersaing di kancah internasional, dengan mengikuti 4 ajang lomba, melibatkan 12 siswa, dan meraih 7 penghargaan.
Perjalanan dimulai tahun 2025 pada Ciena Solutions Challenge yang diselenggarakan Digital Promise, AS. Tim memperkenalkan AKURAT, alat pemantau kualitas air berbasis IoT, dan meraih penghargaan Best Application of Technology to Benefit Society.
Tahun 2026, kembali mengikuti ajang yang sama dengan membawa FLOWSAFE, sistem pengaman listrik otomatis saat banjir. Inovasi ini berhasil menyabet 4 penghargaan: Best Real-World Engineering Solution, Best Educational Outcome, Best Video & Best Editing, dan Most Creative Trademark.
Masih di tahun yang sama, pada YouthMADE Festival Grant Amplify 2026, tim menghadirkan FINGER, sistem absensi sidik jari yang meningkatkan kedisiplinan siswa. Bersaing dengan 27 proyek dari 18 negara, inovasi ini terpilih sebagai penerima penghargaan dan diakui sebagai pemanfaatan teknologi biometrik paling inovatif.
Terakhir, pada Jacobs Teen Innovation Challenge 2026 dari University of San Diego, AS, tim memperkenalkan PAKAR, alat penentu harga karet yang adil dan akurat bagi petani. Melalui persiapan sejak 14 Maret hingga 12 April 2026, tim berhasil meraih predikat Most Local Impact.
Semua pencapaian ini membuktikan bahwa solusi yang berangkat dari kebutuhan nyata mampu memberikan manfaat luas dan diakui secara global. Dari Balangan, Electriciteam terus mengharumkan nama daerah dan Indonesia.
2026-Jacobs Teen Innovation Challenge
Electriciteam | 30/05/2026







Most Local Impact
Liputan PAKAR Dalam Toprilis (1)
“PAKAR (Rubber Pricing Determination System Based on Dry Rubber Content / DRC) is an IoT-based tool developed to solve the long-standing problem of subjective and uncertain rubber pricing. This inaccurate assessment often results in prices that do not match the actual quality of the rubber, directly affecting the income and welfare of rubber farmers in South Kalimantan. The device automatically measures the dry rubber content, weight, and calculates the estimated price in an accurate and transparent manner, ensuring farmers receive a fair and proper value for their produce.” — Keila
Harga karet yang tidak menentu bukan menjadi alasan bagi petani untuk diam saja. Menyikapi permasalahan ini, tim ELECTRICITEAM tergerak menciptakan inovasi berupa alat bernama PAKAR (Penentu Harga Karet Berbasis K3) atau Rubber Pricing Determination System Based on Dry Rubber Content (DRC). Alat ini dikembangkan sebagai solusi berbasis IoT yang mampu mengukur kadar karet kering, berat, serta menghitung estimasi harga secara otomatis, akurat, dan transparan. Tujuannya jelas: membantu petani mendapatkan harga jual yang lebih adil dan layak. Inovasi yang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat ini kemudian membawa ELECTRICITEAM melangkah lebih jauh hingga meraih pengakuan internasional pada tahun 2026, dalam ajang Jacobs Teen Innovation Challenge (JTIC) 2026 yang diselenggarakan oleh University of San Diego, Amerika Serikat. Melalui perjuangan yang ditempuh sejak 14 Maret hingga 12 April 2026, tim berhasil meraih penghargaan Most Local Impact pada 30 Mei 2026. Prestasi ini membuktikan bahwa gagasan sederhana yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar mampu menjadi solusi yang relevan dan dihargai di tingkat global.
Di balik pencapaian ini, berdiri tim inti yang terdiri dari M. Ainul Ilmi, Mustika, Ahmad Hasan, Syawizanur Akbar, Novi Norsfa, dan Keila Mohammad Aqila yang menjadi penggerak utama dalam pengembangan dan penyempurnaan sistem PAKAR. Keberhasilan ini juga didukung penuh oleh tim pendukung yaitu Muhammad Rifky Maulana, Muhammad Reigi Alfarizi, Yuda Afrizal, Rezha Maulidy Saputra, dan Jahidin, yang turut memastikan setiap tahapan pengembangan berjalan dengan baik. Didukung pula oleh arahan dan bimbingan yang membangun selama proses berlangsung, kerja sama tim yang solid menjadikan PAKAR tidak hanya sekadar sebuah inovasi teknologi, tetapi juga bukti nyata bahwa kreativitas dan semangat dari daerah mampu mengharumkan nama SMK Negeri 1 Paringin dan Indonesia di kancah internasional.
2026-Awardee YouthMADE Festival Grant Amplify
Electriciteam | 21/05/2026




Most Innovative Use of Biometric Technology
Liputan INGER Dalam Toprilis (1)
“FINGER (Fingerprint Identification for Networked Attendance Record) is a fingerprint-based automated attendance tool developed to address the problem of manual paper-based attendance recording in schools, which is prone to errors and manipulation, such as leaving a note behind. This problem impacts low student attendance at SMK Negeri 1 Paringin, where the initial attendance rate is only around 60%, with daily tardiness and absence rates ranging from 10–20%, which makes it difficult for teachers to monitor quickly and accurately.” – Mustika M.
Tahun 2026 kembali menjadi tonggak penting bagi Electriciteam. Setelah menghadirkan berbagai inovasi yang berdampak bagi masyarakat, kali ini mereka membawa FINGER (Fingerprint Identification for Networked Attendance Record) ke panggung dunia. Berawal dari kebutuhan akan sistem kehadiran yang lebih akurat, disiplin, dan terintegrasi, FINGER dikembangkan sebagai solusi absensi berbasis sidik jari yang mampu mencatat kehadiran secara real-time dan terhubung dalam satu jaringan. Sejak diimplementasikan di SMK Negeri 1 Paringin pada Oktober 2024, sistem ini terbukti meningkatkan kedisiplinan siswa dalam kehadiran sekaligus meminimalkan kesalahan pencatatan absensi secara manual. Kebermanfaatan FINGER membawa Electriciteam melangkah lebih jauh hingga meraih pengakuan internasional dalam ajang YouthMADE Festival Grant Amplify 2026 yang diselenggarakan oleh Digital Promise, Washington D.C., Amerika Serikat. Di tengah persaingan 27 proyek inovatif dari 18 negara, FINGER berhasil terpilih sebagai salah satu awardee pada 21 Mei 2026. Prestasi ini menunjukkan bahwa inovasi sederhana yang berangkat dari kebutuhan nyata di lingkungan pendidikan mampu memberikan dampak yang relevan dan diakui di tingkat global.
FINGER hadir sebagai upaya untuk mendukung transformasi digital di bidang pendidikan—menghadirkan sistem administrasi yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel, sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan dan pemanfaatan teknologi. Di balik pencapaian ini, berdiri tim inti yang terdiri dari Yuda Afrijal, Mustika, Muhammad Rifky Maulana, dan Jahidin, yang menjadi motor penggerak utama dalam pengembangan dan implementasi proyek. Mereka dibimbing oleh Suhada, Dasprianti, dan Izuddin Syarif yang senantiasa memberikan arahan dan dukungan selama proses berlangsung. Perjalanan ini juga diperkuat oleh tim pendukung M. Ainul Ilmi, Novi Norisfa, Muhammad Reigi Alfarizi, Ahmad Hasan, Keila Mohammad Aqila, Rezha Maulid Saputra, dan Syawrizanur Akbar, yang memastikan setiap tahapan pengembangan berjalan dengan baik hingga FINGER tidak hanya menjadi sebuah gagasan, tetapi juga solusi nyata yang membawa nama Indonesia bersinar di kancah internasional.
2026-Ciena Solutions Challenge sustainability Award
Electriciteam | 01/04/2026









Liputan FLOWSAFE Dalam Toprilis (1)
Liputan FLOWSAFE Dalam Toprilis (2)
Liputan FLOWSAFE Dalam Toprilis (3)
Perjalanan ini tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga pengakuan:
- Best Real-World Engineering Solution
- Best Educational Outcome
- Best Video & Best Editing
- FLOWSAFE – Most Creative Trademark
- Best Scoping of Problem
- Best Explanation of SDG Impacts
Tahun 2026 menjadi titik balik bagi Electriciteam. Mereka tidak sekadar membawa ide, tetapi menjawab kegelisahan nyata: banjir yang datang saat listrik masih menyala—mengintai dalam bentuk korsleting dan sengatan listrik yang bisa berujung fatal. Dari keresahan itu lahirlah FLOWSAFE (Flood Water–Triggered Safety System for Electricity), sistem pengaman yang “berpikir lebih cepat” dari risiko. Saat air naik tanpa aba-aba, FLOWSAFE otomatis memutus aliran listrik, lalu mengaktifkannya kembali ketika kondisi aman, dilengkapi alarm lokal serta notifikasi jarak jauh melalui Blynk dan WhatsApp—sebuah penjaga sunyi yang tetap waspada bahkan saat pemiliknya jauh. Urgensinya pun nyata: secara global 1,81 miliar orang hidup di wilayah rawan banjir dengan kerugian mencapai USD 1,3 triliun (World Bank, 2024), sementara WHO (2023) mencatat kenaikan 40% kasus sengatan listrik akibat banjir di Asia Tenggara. Di Indonesia, lebih dari 750 kejadian banjir hingga September 2024 menunjukkan bahwa risiko listrik masih sering luput dari perhatian.
FLOWSAFE hadir untuk menutup celah itu—sederhana, cepat, dan berfokus pada satu tujuan: mencegah bahaya sebelum terjadi, sekaligus berkontribusi pada SDG 3, 9, 11, dan 4 melalui peningkatan keselamatan, inovasi teknologi, dan peran pendidikan vokasi. Di baliknya, berdiri tim inti: M. Ainul Ilmi, Novi Norsfa, Muhammad Rifky Maulana, dan Muhammad Reigi Alfarizi, dibimbing oleh Suhada, Dasprianti, dan Izuddin Syarif. Perjalanan ini juga diperkuat oleh tim pendukung: Ahmad Hasan, Mustika, Syawrizanur Akbar, Jahidin, Keila Mohammad Aqilqa, Rezha Maulidi Saputra, dan Yuda Afrijal—yang memastikan setiap proses tidak berhenti sebagai ide, tetapi benar-benar menjelma menjadi solusi nyata.
“Congratulations on this project. I was particularly impressed with the thought given to leverage and consult with other organizations and government bodies so you can understand how to scale the implementation and testing of your product. A few pieces of constructive feedback – the subtitles on the video disappeared/progressed too quickly, making the video less effective than it could have been. Also, your slides were jam packed with information – it would be more effective to make them a little more high level vs. having so much detail. –
This is one of the most technically sophisticated and community-grounded submissions. The team built a working device, deployed it in a real home and river location, and tied it to real local disaster data. The integration of IoT alerts via WhatsApp is brilliant for low-connectivity communities.What I wondered: How does the system handle power outages to the board itself during a flood? A backup battery discussion would strengthen the design.
Congratulations on this inspiring project. I hope it goes even further.
Awesome Video and Editing! Love the captions, display, and enthusiasm.
This is a great project and the team identified a clear issue and came up with a concrete and impactful solution.The video was excellent, it clearly provided helpful context and background about the problem the solution addresses.I found it difficult to read the subtitles, I think it would be helpful to slow down the speed at which the text is shown on the screen.It looks like the team had a very good understanding of the technology they relied upon for their project.I found the project very inspiring, it was very humbling to see the impact a small group of students can have on their community, they can literally save lives! I hope the school will continue to expand on this project, I am unclear about long-term goals, but do hope the efforts will be maintained.Well done!”— Digital Promise, 2026
2025-Ciena Solutions Challenge sustainability Award
Electriciteam | 06/05/2026












Best impact on local communities
“I suggest nominating the AKURAT project for the “Outstanding Use of IoT in Environmental Monitoring” award. This nomination recognizes the project’s unique integration of technology to address critical environmental and public health issues effectively.”
Electriciteam kembali menorehkan jejak di panggung dunia, bukan sekadar hadir, tetapi meninggalkan gema yang sulit diabaikan. Dalam ajang internasional Ciena Solutions Challenge 2025 yang diselenggarakan oleh Digital Promise di Washington DC, Amerika Serikat, mereka membawa gagasan sederhana namun tajam: bagaimana jika air yang kita gunakan sehari-hari bisa “berbicara” tentang kondisinya? Dari pertanyaan itu lahirlah AKURAT (Alat Ukur Keasaman Air Terpadu), inovasi berbasis Internet of Things yang memantau pH air secara real-time, memberi peringatan dini, dan mengirim notifikasi otomatis saat kualitas air berada di ambang bahaya—sebuah penjaga sunyi yang bekerja tanpa lelah demi keamanan bersama.
Tim inti yang terdiri dari Ahmad Hasan, Keila Mohammad Aqilqa, Mustika, dan M. Rizky Aditya berhasil mengubah ide menjadi solusi nyata, hingga meraih penghargaan “Best Application of Technology to Benefit Society”—pengingat bahwa teknologi terbaik adalah yang paling berdampak. Di balik capaian ini, berdiri para guru pembimbing—Suhada, Dasprianti, dan Izuddin Syarif—yang menyalakan arah dan semangat eksplorasi. Proyek ini juga tumbuh menjadi gerakan kolaboratif, melibatkan seluruh siswa kelas 11 jurusan kelistrikan dalam implementasi lapangan, serta diperkuat oleh tim pendukung: Novi Norsfa, Muhammad Rifky Maulana, Jahidin, dan Syawrizanur Akbar. Dengan dukungan Light Community, AKURAT menjelma bukan sekadar karya, tetapi jembatan antara ide, aksi, dan dampak nyata—membawa satu pesan sederhana: inovasi terbaik lahir dari kepedulian, tumbuh dalam kolaborasi, dan menemukan maknanya saat menyentuh kehidupan.
“You could name it “Advanced Kit for Unified and Reliable Acidity Testing” to nail the AKURAT acronym in English 😉 Very good project. pH and Acidity are one good thing to measure to start with, but there could be other contaminents that could negative health consequences as well (if you’re looking to expand in the future)
it is a very nice and diligent effort from all the students to share awareness about the river and the water quality, as water is life for all living beings, I really appreciate their thoughtfulness for the society and animals. I really like the use of technology, particularly use of sensors and Embedded Processor H/w. this is definitely a great initiative for the human kind which can be extended to other locations and can be scaled. What I would be interested in knowing the next stage of the water recycling and treatment for making water drinkable/consumable after detecting its pH ( Acidic or Basic). it is just a food for thought for the near future as next step. All the very best !!
From this project, I learned about the significant impact of environmental pollution from coal mining on health and the community’s limited knowledge regarding the use of contaminated river water. It underscored the need for better water quality monitoring and real-time information dissemination to the community and authorities. I appreciated the team’s focus on addressing a critical public health and environmental issue with a practical, technology-driven solution. The unique integration of an automatic water pH detection system with real-time IoT monitoring via smartphones was particularly notable. I wonder about the long-term sustainability and scalability of the AKURAT system, especially in remote areas, and the potential for expanding its monitoring capabilities beyond pH to include other water quality parameters. My advice for the team includes: Expanding monitoring capabilities for a comprehensive assessment of water safety. Implementing community education programs on water quality and data interpretation. Collecting user feedback for continuous improvement. Overall, the AKURAT project is an excellent initiative with the potential for significant positive community impact with further development and support.”— Digital Promise, 2025
EARTH DAY








Update-Reigi 26/04/26
