Community Service

Proyek INSTALASI UNTUK MASYARAKAT

MOVE (Melayani Komunitas Via Edukasi)
Community Service Based-Vocational Education; 

  1. Multi-stakeholder Collaboration, menekankan kolaborasi aktif antara sekolah, industri, dan masyarakat dalam seluruh siklus pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan proyek, hingga evaluasi hasil layanan. Keterlibatan multi-stakeholder ini memastikan keselarasan antara kebutuhan dunia kerja dan kebutuhan nyata masyarakat.
  2. Outcome-based & Authentic Assessment, asesmen mencakup aspek teknis, penerapan K3, manajemen pekerjaan, serta kualitas layanan pelanggan sebagai representasi tuntutan kerja profesional.
  3. Vocational Contextual Learning, Pembelajaran dirancang dalam konteks kerja nyata di lingkungan masyarakat, sehingga siswa memperoleh pengalaman langsung menghadapi variasi kondisi lapangan dan standar kerja industri. Pendekatan ini memperkuat integrasi kompetensi teknis dan non-teknis secara simultan.
  4. Evaluation & Continuous Feedback Model, model dilengkapi sistem evaluasi dan umpan balik kolaboratif yang melibatkan guru, industri, siswa, dan masyarakat. Mekanisme ini memungkinkan perbaikan berkelanjutan terhadap kualitas pembelajaran, layanan, dan kesiapan kerja lulusan.

Pelayanan Kami

“…prestasi ini bukan hanya tentang gelar juara, tetapi tentang nilai kebersamaan, dedikasi, dan semangat vokasi yang tumbuh dari kolaborasi banyak pihak…”

MOVE; Melayani Komunitas Via Edukasi (community service based-vocational education) merupakan pembelajaran teknik instalasi listrik yang dikerjakan di rumah warga secara langsung. Pada tahun 2012, program ini didorong karena keterbatasan fasilitas ruang praktikum, sehingga perlu lokasi yang mendukung dan pilihan jatuh pada rumah warga masyarakat sekitar. Sebagai sekolah yang baru berdiri, fasilitas ruang praktikum SMKN 1 Paringin masih belum memadai. Seiring waktu, permintaan juga mulai muncul, maka sejak 2018, MOVE kemudian dikembangkan, menjadi 2 sasaran yaitu MOVE-ECO (lower and middle income) dan MOVE-PLUS (upper income). Model MOVE bukan hanya terfokus pada layanan kelistrikan, namun juga relevan untuk seluruh konsentrasi keahlian yang ada di SMK. Sejak 2025, terdapat beberapa sekolah selaku implementor MOVE dengan produk layanan yang beragam.
Model Konsep MOVE dapat dilihat pada laman Teaching Factory, sementara strategi pembelajaran MOVE bisa disimak di bawah ini:

Learning Strategy

......bahwa pendidikan harusnya bersumber dari kebutuhan dan kembali lagi ke masyarakat (John Dewey).

FAKTA & DATA MOVE KELISTRIKAN
Kebakaran tidak hanya merusak materi, tetapi juga kesehatan mental.
Korban kebakaran sering kali mengalami syok, depresi, trauma, dan perasaan putus asa setelah kehilangan tempat tinggal (American Psychology Association, 2013). Laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) 2022-2023 menunjukkan bahwa kebakaran yang disebabkan oleh listrik berkontribusi sekitar 30-40% dari total kejadian kebakaran rumah tangga di Indonesia. Data lapangan memperkuat 7 dari 10 rumah warga memiliki kualitas instalasi listrik yang rendah.

MOVE-ECO, berpijak pada kesadaran akan pentingnya menumbuhkan kepedulian pada kondisi masyarakat sekitar dalam diri siswa. Setiap tahun siswa Teknik Ketenagalistrikan SMKN 1 Paringin terlibat aktif dalam proyek sosial perbaikan instalasi listrik di masyarakat. Proyek-proyek tersebut mencakup instalasi penerangan rumah warga, penggantian komponen, dan perbaikan alat listrik. Setiap tahun, mereka secara rutin melakukan instalasi penerangan rumah warga untuk meningkatkan kualitas infrastruktur listrik di lingkungan sekitar. Sasaran program adalah masyarakat lower and middle income dibuktikan dengan kepemilikan sambungan listrik 450-900VA (bersubdisi dari pemerintah). Masyarakat tidak perlu membayar jasa pemasangan/perbaikan dan bagi yang tidak mampu maka bahan perbaikan instalasi listirk juga digratiskan. Program ini merupakan bentuk kemitraan Teknik Ketenagalistrikan SMKN 1 Paringin, masyarakat sekitar, dan mitra industri "CV. Sumber Sekawan" yang bergerak di bidang instalasi listrik serta donatur eksternal SINTELNAS97 (Komunitas siswa teladan nasional 1997). Pembelajaran disiapkan mengacu pada 4 pilar Teaching factory serta penerapan yang berbasis pada community service melalui 4 fase yaitu investigation & preparation, action, reflection and demonstration.

PENILAIAN
a) Hard Skill: standar proses dan hasil instalasi listrik yang dipasang, dinilai oleh mitra industri. b) Soft Skill: kepuasan hasil kerja, yang dinilai langsung oleh pelanggan. c) Reflektif; penilaian kebermaknaan pembelajaran yang dilakukan mandiri oleh siswa.


TIMELINE
MOVE, dimulai sejak 2012 secara informal dan pada 2018 dibagi atas 2 kategori; MOVE ECO dan MOVE Plus. MOVE diperkuat melalui inquiry project yang dipresentasikan pada program Fulbright DAI 2020 di Arizona State University (ASU). Sejak 2020 seluruh kegiatan MOVE telah terdokumentasi dengan baik didukung oleh donatur (Sintelnas97 dan LC21). Pengimbasan yang lebih luas telah diimplementasikan sejak 2024 oleh berbagai sekolah kejuruan lintas konsentrasi keahlian bahkan lintas daerah.

IMPLEMENTOR MOVE

1. Perbaikan dan Pemasangan Instalasi Listrik 

Terdapat 4 sekolah implementor dengan produk layanan perbaikan dan pemasangan instalasi listrik:

  • SMKN 1 Paringin, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan.
  • SMKN 2 Marabahan,  Kabupaten Batola, Kalimantan Selatan.
  • SMKN 3 Amuntai, Kabupaten HSU, Kalimantan Selatan.
  • SMKS Tabalong, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

2. Produk Layanan Mitra

Selain perbaikan dan pemasangan instalasi listrik, MOVE juga diimplementasi dalam ragam produk layanan, diantaranya:

  • SMKN 1 Kras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur dengan produk layanan Perbaikan, perawatan dan pemasangan AC
  • SMK Dharma Bakti, Kabupaten Kediri, Jawa Timur dengan produk layanan Caregiving, Pijat Terapi
  • SMK Pawyatan Daha 1, Kota Kediri, Jawa Timur dengan produk layanan Laundry

Program MOVE Kediri merupakan bagian penting dari kemitraan MOVE di tahun 2025. Sebanyak 3 SMK di Kediri terlibat dengan layanan Perawatan AC, Laundry dan Pijat Terapi. Temukan keseruannya melalui video berikut ini 

Pemetaan Proyek Terlaksana

"Saya mengapresiasi atas kebermanfaatan dari program MOVE yang dilakukan oleh LC21. Kebermanfaatan tersebut berupa pembelajaran bermakna bagi siswa melalui layanan langsung ke masyarakat dengan keterampilan yang sudah diajarkan. Kami sangat terbantu atas pendampingan LC21 terkait administrasi pembelajaran yang efektif dan inovatif."
Anik Safitri Budiyati, S.Kom (Kepala SMKN 1 Kras, Kediri Jawa Timur)

Program MOVE (Melayani Komunitas Via Edukasi) yang diinisiasi oleh komunitas Light Community 21 (LC21) berbasis di Teknik Ketenagalistrikan SMKN 1 Paringin, Kalimantan Selatan, merupakan model pembelajaran vokasi berbasis layanan masyarakat yang menarik perhatian kami. Pada tahun 2025, saya selaku pengawas sekolah tingkat SMK di Kota Kediri, Jawa Timur, menerima tawaran kerja sama implementasi program MOVE dari LC21 selama kurang lebih enam bulan dan program tersebut berhasil diterapkan di tiga sekolah binaan kami, yaitu SMKN 1 Kras (bidang keteknikan AC), SMK Dharma Bakti (caregiving), dan SMK Pawyatan Daha 1 (laundry). Melalui kolaborasi ini, LC21 memberikan pengalaman baru bagi kami mengenai praktik pendidikan vokasi yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran di kelas, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat. Pendampingan yang dilakukan oleh anggota LC21, khususnya para guru vokasi dari bidang ketenagalistrikan, memberikan banyak pembelajaran bagi sekolah kami, mulai dari pengembangan model pembelajaran, penguatan peran guru dan siswa dalam kegiatan layanan masyarakat, penyusunan bahan ajar, hingga memperoleh umpan balik langsung dari masyarakat atas layanan yang diberikan. Kami menilai bahwa pendekatan MOVE sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat serta mampu membangun karakter dan pola pikir siswa dalam pembelajaran yang lebih bermakna. Berdasarkan pengalaman tersebut, kami menilai LC21 sebagai komunitas yang komunikatif, terbuka, konsisten, dan memiliki dedikasi tinggi dalam pengembangan pendidikan vokasi serta pemberdayaan generasi muda." Lukman Hakim, S.Pd., M.Pd (Pengawas SMK Cabang Dinas Wilayah Kediri, Jawa Timur)

 

DATA MOVE & KEMITRAAN SEJAK 2020

WhatsApp Image 2026-04-13 at 13.30.57
Lukman Hakim, S.Pd., M.Pd
Proyek
0
Kecamatan
0
Titik Layanan
0
Bantuan Jasa
IDR 0
Bantuan Bahan
IDR 0
Pelibatan Siswa​
0

Periode #12

Berdasarkan rapat koordinasi komite organisasi Light Community tentang Implementasi Donasi Periode 12 - tahun 2023, pada Rabu, 27 Desember 2023. terdapat poin penting sebagai berikut :
1) Saldo donasi Desember 2023 Rp 14.815.700
2) Penyaluran bantuan Periode 11 - tahun 2023, senilai Rp 5.262.500
3) Terdapat 5 proposal di Periode 12 - tahun 2023, dengan total usulan Rp 8.940.000
4) Hasil review komite organisasi diusulkan semua disetujui sebagian senilai Rp. 4.270.000

Berdasarkan rapat koordinasi komite organisasi Light Community tentang Implementasi Donasi Periode 12 - tahun 2023, pada Rabu, 27 Desember 2023. terdapat poin penting sebagai berikut :
1) Saldo donasi Desember 2023 Rp 14.815.700
2) Penyaluran bantuan Periode 11 - tahun 2023, senilai Rp 5.262.500
3) Terdapat 5 proposal di Periode 12 - tahun 2023, dengan total usulan Rp 8.940.000
4) Hasil review komite organisasi diusulkan semua disetujui sebagian senilai Rp. 4.270.000

This will close in 20 seconds

Scroll to Top