Community Service
Program Adaro Santri Sejahtera
“LC21 berperan penting sebagai mitra pendamping vokasional dalam Program Adaro Santri Sejahtera (2021-2023) di Tabalong, Balangan dan HST. Melalui keterlibatan guru vokasi, saya menilai LC21 berhasil meningkatkan keterampilan ustadz dan santri, menyusun bahan ajar, serta memperkuat budaya kerja dan kewirausahaan. Saya juga mengapresiasi kinerja LC21 yang profesional, komunikatif, serta transparan, dan menilai dedikasi serta konsistensinya layak direkomendasikan untuk kolaborasi lanjutan.”Â
Zuraida Murdia Hamdie
Executive Director Yayasan Amanah Bangun Negeri, AlamTri Resources Indonesia
PASS adalah program pelatihan vokasi bagi pondok pesantren di Kalimantan Selatan. PASS merupakan kerja sama Light Community21 (LC21) dengan tim Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN) dari PT. Adaro. LC21 bermitra dengan guru kejuruan untuk mendampingi 5 ponpes di area kerja PT. Adaro, Kalimantan Selatan. Para pendamping ditugaskan langsung untuk ke lapangan mendampingi implementasi pendidikan vokasi bagi santri. PASS melalui beberapa tahapan mulai dari perencanaan, pembuatan jadwal, observasi langsung ke lapangan, mengumpulkan data, pelaporan hasil observasi, penanganan masalah di lapangan, strategi pengembangan, dan lain-lain. PASS menghasilkan jobsheet untuk beberapa produk seperti peternakan, budidaya, dan perkebunan yang digunakan sebagai media pembelajaran oleh ustadz dan santri untuk mengoptimalkan potensi individu sesuai minat dan bakat mereka. PASS bertujuan untuk mengembangkan kompetensi mengajar ustadz, menerapkan praktik sesuai prosedur jobsheet, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), dan membiasakan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) serta menumbuhkan jiwa wirausaha santri.



Periode 1
Periode 1 dilaksanakan dari November 2021 hingga Maret 2022. Kegiatan dimulai dengan observasi secara langsung ke setiap pondok pesantren. Observasi lapangan banyak melibatkan para ustadz yang ahli di bidangnya masing-masing seperti peternakan, budidaya, dan perkebunan. Berbagai tahapan dijelaskan seperti pemilihan bibit, pemberian pangan, pengendalian penyakit, hingga tahap pemanenan. Observasi ini bertujuan untuk merancang kebutuhan penyusunan jobsheet sebagai media pembelajaran pada kegiatan vokasi, guna mempersiapkan siswa dengan keterampilan praktis dan pengetahuan yang spesifik untuk melakukan kegiatan di bidang tertentu pada pondok pesantren tersebut. Meskipun pada periode ini jobsheet belum dalam tahapan sempurna, untuk memperbaiki hal tersebut dilakukan assessment microteaching sebagai uji coba awal penggunaan jobsheet.



- Nurul Muhibbin (Halong)
- Al-Islam (Tanjung)
- Miftahul Ulum (Bangkiling)
- Nurul Muhibbin (Barabai)
- Raudathut Thalibin (Amuntai)



> Nurul Muhibbin – Halong
Pada periode ke-1 ini, ponpes Nurul Muhibbin Halong melaksanakan kegiatan observasi pada 4 produk yang hasilnya masih dalam tahapan awal. Produk pertama, Nila Kolam Tanah, dimulai dari tahapan pemilihan bibit dan penebaran bibit ikan nila. Produk kedua, Ayam Petelur, dimulai dengan pemilihan bibit ayam petelur yang produktif. Produk ketiga yaitu Edamame masih dalam tahap pemilihan bibit, penyiapan lahan, dan penanaman bibit edamame. Produk yang keempat ialah Jagung Pakan Ternak, yang dalam tahapan pemilihan bibit, penyiapan lahan, dan penanaman bibit jagung. Data hasil observasi dari 4 produk tersebut akan disusun menjadi sebuah jobsheet guna pembelajaran selanjutnya. Dari 10 target untuk observasi lapangan, hanya 7 yang terealisasi, dikarenakan pada bulan Desember rata-rata setiap ponpes menghadapi ujian semester dan juga kendala ketersediaan waktu secara personal dari ustadz yang menjadi target kegiatan kunjungan. Setiap produk dipegang oleh ustadz yang berbeda-beda, sehingga banyak masalah yang ditemui di lapangan.

> Al-Islam – Tanjung
Pada ponpes Al-Islam Tanjung, ada 2 produk yang diobservasi yang semuanya masih juga masih dalam tahapan awal. Produk pertama yaitu Kambing Ternak, dengan pengamatan pemberian pangan pada kambing dan pembesaran. Produk kedua, Nila Kolam Tanah, dimulai dari tahapan pemilihan bibit dan penebaran bibit ikan nila. Hasil dari observasi mulai disusun menjadi jobsheet. Dari 10 target untuk observasi lapangan, hanya 6 yang terealisasi. Beberapa masalah yang ditemui di lapangan seperti kendala ketersediaan waktu, disebabkan oleh ujian semester yang rata-rata diadakan pada bulan Desember.


> Miftahul Ulum – Bangkiling
Pada ponpes Miftahul Ulum dilakukan observasi pada 2 produk. Produk pertama yaitu Ternak Madu Kelulut dengan tahapan persiapan sarang untuk lebah madu kelulut. Produk kedua ternak Ikan Patin yang juga masih pada tahapan awal yakni pemilihan bibit ikan dan penebaran. Ponpes Miftahul Ulum terdapat 10 target observasi, namun yang terrealisasikan hanya 7, dikarenakan kendala ketersedian waktu dan di bulan Desember yang rerata menghadapi ujian semester.


Â
> Nurul Muhibbin – Barabai
Pada ponpes Nurul Muhibbin Barabai kegiatan observasi yang dilakukan hanya pada 1 produk yaitu Nila Kolam Terpal. Tahapan yang ada yaitu penyiapan kolam terpal, pemilihan bibit ikan nila dan penebaran bibit. Dari 10 target observasi hanya 5 yang teralisai, di karenakan berbagai masalah yang sama pada setiap ponpes sebelumnya yaitu kendala ketersedian waktu pada Desember yang rerata menghadapi ujian semester.



> Raudathut Thalibin – Amuntai
Pada ponpes Raudathut Thalibin Amuntai kegiatan observasi yang dilakukan terhadap 2 produk. Produk pertama ternak Kambing, yaitu dalam tahap pemiliharaan kambing dan fokus pada pembesaran kambing. Produk kedua Nila Kolam Terpal, untuk produk ini masih sudah dalam tahapan pembesaran. Pada ponpes Raudathut Thalibin terdapat banyak masalah atau keterbatasan di lapangan. Sehingga, seluruh aktivitas observasi dihentikan menunggu koordinasi lebih lanjut.
Periode 2
Pada Periode 2 ini dilaksanakan dari September 2022 - Maret 2023. Kegiatan berlangsung dengan mencari solusi atau strategi untuk mengatasi beberapa masalah yang telah ditemukan sebelumnya saat observasi. Pada periode ini juga dilakukan pembelajaran vokasi menggunakan jobsheet yang telah dibuat pada periode sebelumnya. Penerapan pembelajaran vokasi diantaranya yaitu proses praktikum ustadz mengajar kepada santri dengan panduan jobsheet, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) atau penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), kemudian kinerja, kerja sama dan keseriusan para santri untuk melakukan kegiatan sesuai jobsheet. Seluruh kegiatan tersebut didampingi dan dinilai langsung oleh para pendamping dari tim LC21. Hasil dari pendampingan dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk pengembangan pada jobsheet dan model pembelajaran yang lebih baik setelahnya.







- Nurul Muhibbin (Halong)
- Al-Islam (Tanjung)
- Miftahul Ulum (Bangkiling)
- Nurul Muhibbin (Barabai)


> Nurul Mubbin – Halong
Di Periode 2 ini pada pesantren Nurul Muhibbin Halong, untuk produk Nila Kolam Tanah sudah memasuki tahapan perawatan ikan hingga kolam, seperti pemberian pakan secara teratur, pengecekan ikan, kualitas air, serta membersihkan kolam dari dedaunan, ranting, dan bangkai ikan, Produk selanjutnya yakni Ayam Petelur tahapan yang dilaksanakan seperti pengecekan ayam, perawatan ayam yang sakit, pemberian pakan, pembersihan kendang dan pengumpulan telur setiap harinya, Produk Edamame memasuki tahapan perawatan perkebunan, seperti pembersihan gulma, pemberian pupuk, dan penyiraman, produk Jagung Pakan ternak tahapan yang dilakukan perawatan perkebunan dan tanaman jagung, seperti pembersihan gulma, pemberian pupuk dan penyiraman tanaman secara teratur.



> Al-Islam – Tanjung
Pada Pesantren Al-Islam, Di Periode 2 ini kegiatan observasi untuk produk Nila Kolam Tanah juga memasuki tahapan perawatan ikan dan kolam, seperti pemberian pakan secara teratur, pengecekan ikan, kualitas air, serta membersihkan kolam dari dedaunan, ranting, dan bangkai ikan, untuk produk Peternakan Kambing memasuki tahapan perawatan Kambing dan Kandang, seperti mengecek Kesehatan setiap kambing, jika terdapat kambing yang sakit maka akan dimasukan ke kendang karantina dan di berikan perawatan hingga sembuh, pembersihan gulma pada kendang, pemberian pakan secara rutin.


> Miftahul Ulum – Bangkilin
Pada Pesantren Miftahul Ulum, Di Periode 2 ini kegiatan observasi untuk produk Madu Kelulut memasuki tahap perawatan sarang kelulut, dilakukannya pembersihkan gulma dan serangga pengganggu yang ada disekitar sarang, untuk produk Patin Kolah tanah juga tahap perawan, seperti pemberian pakan secara rutin, perawatan kolam, perawatan ikan pengecekan kualitas air dan pembersiahan dedaunan, ranting, dan bangkai ikan serta mengecek kualitas ikan.


> Nurul Muhibbin – Barabai
Di pesantren Nurul Muhibbin Barabai pada periode 2 ini observasi yang dilakukan pada produk Nila Kolam Terpal masuk pada tahap Perawatan, seperti pemberian pakan secara rutin, perawatan ikan, pengecekan air kolam, Pembersihan air kolam, pemberian vitamin ikan, pembersihan kolam dari dedaunan, ranting, dan bangkai ikan serta mengecek kualitas ikan. Perawatan dilakukan secara teratur, membuat ikan lebih berkualitas dan lebih cepat besar
Periode 3
Pada Oktober hingga Desember 2023, kegiatan PASS berlanjut hingga periode ke 3. Pada periode sebelumnya sudah dilaksanakan berbagai kegiatan pengembangan dan pelaporan akhir, mulai dari pendampingan pengembangan penyusunan jobsheet, sosialisasi jobsheet exisiting untuk melihat respon ustadz dan santri terkait konten jobsheet yang telah disusun. Dalam waktu yang singkat pada periode ini, impelementasi 5R sudah mulai difokuskan dan implementasi jobsheet tetap dilakukan serta dievaluasi seperti biasa dari pendamping. Semua hasil kegiatan akan di susun menjadi pelaporan akhir.




- Miftahul Ulum (Bangkiling)

> Miftahul Ulum – Bangkiling
Pada ponpes asantren Miftahul Ulum, terdapat 2 produk yang tetap dilanjutkan yaitu Patin Kolam Tanah dan Madu Kelulut. Kegiatan difokuskan pada implementasi 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin) dan implementasi jobsheet seperti biasanya. Pada periode ini juga masih terdapat banyak kendala yaitu konsistensi ustadz dan santri dalam pembelajaran yang menurun dibandingkan periode sebelumnya. Masalah lain juga terdapat pada sisi ketersediaan alat dan bahan praktik yang jumlahnya berkurang maupun hilang. Sehingga pada periode ini dilakukan penguatan kembali kepada santri, ustadz, maupun pihak terkait guna keberlanjutan nilai dari program PASS yang sudah dihadirkan sejak awal periode.
Salah satunya ialah program pemeliharaan kambing yang sudah dibesarkan, dengan keterlibatan 3 ustadz dan 10 santri, menghasilkan madu kelulut berkualitas tinggi siap dijual. Program kedua adalah budidaya patin kolam tanah, dengan melibatkan 2 ustadz dan 7 santri, menghasilkan ikan patin berkualitas tinggi. Keduanya bukan hanya pembelajaran praktis dalam peternakan dan budidaya, tetapi juga memperkenalkan penerapan K3 serta memperkuat kerjasama dan tanggung jawab antara anggota pasantren. Durasi program ini adalah dari September 2022 hingga Maret 2023 dilanjut priode 2 .
Update-Mustika 23/04/26
